Ini Penyebab dan Gejala Terjadinya Gawat Janin

Proses persalinan normal akan Anda dapatkan jika kondisi kesehatan Anda dan bayi dinyatakan sehat. Kesehatan ini dapat Anda jaga dengan mengonsumsi asupan gizi yang cukup. Perkembangan bayi yang berlangsung dengan sempurna akan mencegah terjadinya persalinan tidak normal bahan terhindar dari kondisi gawat janin.


Apakah Penyebab Terjadinya Kondisi Gawat Janin?

1.      Terjadinya pasokan oksigen yang kurang pada janin  Anda yang disebut dengan hipoksia janin.

2.      Janin yang memiliki berat badan yang rendah (intrauterine growth restriction/IUGR). Berat badan rendah dinyatakan jika berat janin  Anda kurang dari persentil 10 dari berat badan normal dengan usia kehamilan yang sama.

3.      Terjadinya pasokan oksigen yang kurang melalui tali pusat yang mengakibatkan terjadinya oligohidramnion. Kondisi ini yang akan menyebabkan volume air ketuban menjadi sedikit.

4.      Terjadinya sindrom aspirasi mekonium pada bayi Anda yang dapat mengakibatkan iritasi pada paru-paru janin, infeksi, dan juga dapat menghalangi jalan napas janin.

5.      Usia kehamilan yang lebih dari 42 minggu.

6.      Ibu memiliki penyakit darah tinggi, anemia, diabetes saat kehamilan.

7.      Ibu yang hamil di usia 35 tahun ke atas.

8.      Anda mengalami kehamilan dengan janin kembar atau lebih.

Bagimanakah Gejala dari Terjadinya Gawat Janin?

1.      Terjadinya gerakan janin yang berkurang dari biasanya. Berkurangnya gerakan bayi menjelang masa persalinan disebabkan adanya ruang gerak janin di dalam rahim yang berkurang.

2.      Kondisi detak jantung janin yang bertambah pelan. Janin dengan detak jantung yang normal adalah 110 hingga 160 per menit. Ketikan detak jantung janin kurang dari 110 atau melebihi dari 160 per menit dinyatakan sebagai kondisi detak jantung yang tidak normal. Ketika rahim berada di awal kontraksi maka detak jantung janin akan melambat. Namun, pada gawat janin detak jantung akan terus melanbat sekalipun kontraksi telah selesai.

3.      Air ketuban berubah warna menjadi hijau atau pun cokelat. Normalnya air ketuban akan berwarna jernih dengan sedikit bercak merah muda, kuning, atau merah. Warna air ketuban akan berubah cokelat dan hijau ketika air ketuban tersebut telah tercampur dengan mekonium. Mekonium merupakan tinja yang berasal dari janin.

Kondisi mekonium yang berwarna hijau menandakan kotoran tersebut baru keluar. Kondisi dengan warna cokelat menandakan mekonium sudah lama keluar bersama air ketuban. Terjadinya perubahan warna air ketuban mengakibatkan timbulnya risiko sindrom aspirasi mekonium (meconium aspiration syndrome).

Anda dapat menyiapkan berbagai jenis kebutuhan bayi dengan beli perlengkapan bayi di toko terpercaya. Salah satu toko yang Anda datangi dengan berbagai penawaran diskon hingga 40% untuk produk yang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku. Anda juga dapat membeli perlengkapan ibu menyusui dengan kualitas yang terjamin.

This entry was posted in Edukasi  ,